Quantcast
Channel: Nathalia DP
Viewing all articles
Browse latest Browse all 853

Serunya Peluncuran dan Bedah Buku Anak: Aku dan Alam Semesta

$
0
0

Seminggu yang lalu, tepatnya hari Sabtu 30 November 2019, saya menghadiri peluncuran buku anak "Aku dan Alam Semesta". Acara tersebut diadakan di Perpustakaan Pusat ITB mulai pukul 2 siang.

Buku yang diterbitkan oleh ITB Press ini merupakan kumpulan cerita pendek untuk anak. Kebetulan Jav sudah mulai bosan dengan buku cerita bergambar, makanya saya semangat banget datang ke acara ini karena memang sedang mencari jenis buku baru untuk bahan bacaan Jav. Sekalian 'pulang kampung' juga ke kampus yang pernah menjadi rumah kedua saya selama 9 tahun, hohoho....

Siang itu, saya tiba di Gerbang Belakang ITB tepat pukul 2. Wow, ternyata sudah banyak banget perubahannya. Sambil terkagum-kagum, saya berjalan ke Perpustakaan Pusat ITB dan baru sampai 5 menit kemudian. Ternyata acaranya sudah dimulai. Keren deh, tepat waktu.

Ketika saya masuk, Pak Arif Arianto sedang menyampaikan kesan-kesannya mengenai buku "Aku dan Alam Semesta". Rupanya beliau mewakili ayahnya, Prof. Bambang Hidayat yang menjadi narasumber dalam pembuatan buku ini. Kebetulan Pak Arif juga rekan kerja penulis di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) loh.

Menurut beliau, meski tipis, buku ini isinya padat dan bernas. Cocok sekali untuk situasi sekarang di mana tantangan orang tua dalam mendidik anak semakin berat. Setiap cerita di buku ini mengandung pesan, ilmu pengetahuan yang dibalut dengan kearifan lokal, juga soft skill. 

Setelah itu Mak Efi sebagai perwakilan dari Kumpulan Emak Blogger (KEB) menyampaikan sambutannya. Karena penulis dan ilustrator buku ini mengawali kegiatan menulisnya dari komunitas KEB.

Acara dilanjutkan dengan penuturan dari Mak Laras sebagai penulis buku ini. Pemilik nama pena De Laras ini mempunyai nama lengkap Diadjeng Laraswati. Buku “Aku dan Alam Semesta” merupakan buku solonya yang ke-8. Yup, saat ini, Mak Laras sudah menghasilkan 17 buku antologi dan 8 buku solo loh. Namun, sebagian besar berupa komik dan cerita hantu. Sampai-sampai diprotes sama keponakannya, "Kok hantu terus sih," hihihi.... 

Makanya Mak Laras memutuskan untuk menuangkan kenangan masa kecilnya dalam sebuah cerita. Salah satunya yaitu kenangan duduk di pangkuan ayah, memandang langit, sambil mendengarkan kisah tentang bintang kejora. Teman-teman tahu enggak bintang kejora itu apa? Bintang kejora itu bukan bintang, melainkan planet Venus. Nah, melalui buku ini, Mak Laras ingin meluruskan hal tersebut.

Dalam penyusunan buku yang proses kreatifnya memakan waktu selama 10 bulan ini, Mak Laras berdiskusi dengan Prof. Bambang (astronom Indonesia dan Guru Besar ITB). Mak Laras senang sekali dengan sikap beliau yang sangat terbuka memberi masukan untuk buku ini.

Awalnya, buku “Aku dan Alam Semesta" hanya berisi 5 cerita pendek. Namun setelah bertemu dan berdiskusi dengan Mak Tanti, Mak Laras menambah 5 cerita pendek lagi yang masih memiliki benang merah dengan cerita sebelumnya, sehingga akhirnya buku ini berisi 10 cerita pendek.

Bersama Mak Laras

Sebagai PNS dan blogger di laraswati.com, Mbak Laras yang gaya penulisannya ini terinspirasi dari karya-karya NH. Dini, Lelia S. Chudori, Sidney Sheldon, Enid Blyton, dan lain-lain juga membagikan tipsnya membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan kegiatan menulis. Mak Laras membiasakan diri untuk tertib menulis setiap hari di atas pukul 10. Ada atau enggak ada ide, pokoknya harus menulis. Apabila merasa sedang buntu, Mak Laras biasanya keluar dulu menghirup udara di ruang terbuka, jalan pagi atau berkendara naik Gojek.  

Selanjutnya Pak Edi Warsidi dari ITB Press sebagai editor buku “Aku dan Alam Semesta" menyampaikan proses penyuntingan buku ini. Yang beliau lakukan pertama kali adalah membaca buku ini dari awal sampai akhir. Kemudian baru dilakukan penyuntingan. Beliau membiarkan penulis bebas menuangkan idenya dan hanya melakukan mechanical editing.

Menurut beliau, karena buku ini merupakan kumpulan cerita pendek, pembaca bisa masuk dari mana saja, enggak harus dari awal. Beliau juga menambahkan bahwa buku ini sangat bagus karena bukan hanya menghibur, tetapi mendidik juga.

Oh iya, buku “Aku dan Alam Semesta" merupakan buku fiksi kedua yang diterbitkan oleh ITB Press. Sebelumnya, misi ITB Press hanya menerbitkan buku-buku yang berkaitan dengan sekolah dan fakultas yang ada di ITB. Namun kini misi ITB Press sudah semakin luas. Salah satunya yaitu menerbitkan lebih banyak buku fiksi di tahun 2020.

Acara kemudian dilanjutkan dengan bedah buku yang disampaikan oleh Kang Ali Muakhir dari Forum Lingkar Pena. Menurut Kang Ali, berdasarkan usia target pasarnya, buku ini cocok untuk pembaca akhir atau pra remaja. Sudah pas lah ya untuk dibaca Jav. Selain komentar mengenai body shaming yang sekarang ini sedang menjadi isu sensitif dan masih adanya kalimat yang terlalu panjang, Kang Ali banyak memuji buku ini.

Temanya yang fokus dengan lingkungan hidup sangat menarik. Openingnya memikat. Ceritanya mengalir dengan cara penyampaian yang terasa seperti disampaikan secara langsung. Membacanya pun menyenangkan, karena seolah-olah sedang traveling keliling Indonesia, meski sebenarnya setting ceritanya masih bisa digali lebih dalam lagi. Kesimpulannya, anak-anak butuh buku ini.

Pembicara terakhir dalam acara ini yaitu Mak Tanti Amelia. Sebagai ilustrator buku “Aku dan Alam Semesta", Mak Tanti menyiapkan beberapa puluh gambar untuk buku ini, hingga akhirnya terpilih 41 gambar. Mak Tanti sempat kaget karena sebenarnya dari gambar yang dipilih tersebut, beberapa ada yang masih berupa sketsa. Mak Laras memilih gambar tersebut karena ekspresinya 'dapet'.

Mak Tanti bercerita bagaimana suka dukanya membuat ilustrasi untuk buku ini. Sukanya karena bekerjasama dengan Mak Laras itu rasanya menyenangkan. Jadi beberapa tahun yang lalu, Mak Laras dan Mak Tanti pernah bersama-sama menghadiri event doodle di Malaysia. Sejak saat itu mereka sering bekerjasama, bahkan sudah ada rencana untuk buku selanjutnya juga.

Bersama Mak Laras, Mak Tanti bisa berkarya secara bebas tanpa diberi batasan. Meski sempat bingung juga ketika diminta untuk membuat gambar untuk 3 cerita terakhir, karena ceritanya belum ada, hehehe.... Sedangkan dukanya, Mak Tanti pernah merasa kesal ketika gambarnya dicorat-coret oleh Prof. Bambang, hihihi....

Mak Elisa Koraag - Mak Laras - Mak Tanti - Kang Ali - Pak Edi - Pak Arif

Asyik banget deh menyimak proses kreatif pembuatan buku ini dan membedahnya. Lebih asyik lagi karena acara ini dipandu oleh MC yang merangkap moderator, Mak Elisa Koraag. 

Acara semakin seru dengan adanya pembagian hadiah untuk pemenang kuis dan doorprize. Ada buku “Aku dan Alam Semesta" edisi berwarna. Serta voucher menginap di Musafir Guest House Solo, RedDoorz, dan Harris Hotel Bandung. 

Alhamdulillah, saya kebagian voucher menginap di RedDoorz

Sebelum pulang, saya dan teman-teman blogger menikmati makanan ringan dulu dari Dunkin Donuts. Kemudian pulang membawa goodie bag berisi oleh-oleh dari ITB Press dan Faber Castle. Enggak lupa, tentunya saya membeli bukunya juga dong. Tunggu reviewnya ya. 

Yeay, dapat tandatangan dari Mak Laras dan doodle dari Mak Tanti

Teman-teman tertarik juga untuk memiliki bukunya? Buku “Aku dan Alam Semesta" ini bisa dibeli di Tiara Bookstore dengan harga Rp 50.000 untuk buku edisi hitam putih dan Rp 150.000 untuk buku edisi berwarna.

Foto bersama


Viewing all articles
Browse latest Browse all 853

Trending Articles